KARAWANG, TVBERITANEWS. COM — Dua orang yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terlibat perkelahian di Sungai Irigasi KW-4, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya diduga terlibat duel yang berujung jatuh ke dalam aliran sungai.
Setelah tiga hari dilakukan pencarian, jasad kedua korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Karawang pada Minggu. Korban pertama ditemukan pada Minggu dini hari, kemudian korban kedua ditemukan beberapa waktu setelahnya.
Menurut Kanit Basarnas Karawang, AKP Sigit, korban pertama yang ditemukan diketahui bernama Rianto, warga Ciamaya, Kabupaten Karawang. Sementara korban kedua bernama Abdullah, warga Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi tubuh mulai membengkak, dengan jarak hampir satu kilometer dari lokasi awal mereka diduga tenggelam. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Karawang.
Sebelum kejadian, Rianto dan Abdullah diketahui merupakan sesama anak punk yang biasa berkumpul di sekitar tanggul Irigasi KW-4, Karawang Timur. Pada Jumat sore, keduanya terlibat cekcok yang kemudian berkembang menjadi perkelahian. Duel tersebut berlangsung di atas tanggul hingga akhirnya keduanya terjatuh ke dalam aliran sungai.
Berdasarkan keterangan rekan korban, sebelum perkelahian terjadi, beberapa orang di lokasi diduga sempat mengonsumsi minuman keras. Kondisi tersebut diduga memengaruhi kesadaran korban saat terlibat perkelahian. Keduanya kemudian jatuh ke sungai dan diduga tidak mampu menyelamatkan diri akibat derasnya arus serta kondisi sungai yang cukup dalam.
Kedua jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Karawang untuk menjalani pemeriksaan medis dan proses autopsi. Sementara itu, peristiwa perkelahian yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Karawang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami penyebab pasti terjadinya perkelahian, termasuk dugaan persoalan telepon seluler yang disebut menjadi pemicu awal cekcok antara kedua korban.
Denendra Setiawan